Friday, April 24, 2020

Review Lakme 9to5 Weightless Lip Matte Minni Mouse Edition


 Hello everyone :)
Aku mau review lip matte yang punya packaging cute banget! Brand Lakme berkolaborasi dengan Minni Mouse telah mengeluarkan beberapa produk, diantaranya lip matte dan cushion. Kalian akan mendapatkan sticker minni mouse yang cute juga kalau membeli cushionnya! Di sini aku akan mereview 3 shade dari Lakme 9to5 Weightless Lip Matte Minni Mouse Edition. Shadenya dari yang paling merah yaitu Smooch, Dainty, dan Giggle yang paling nude. 



Atas ke bawah : Smooch, Dainty, Giggle
           
      Lakme mengklaim bahwa lip matte ini memiliki tekstur yang ringan dan nyaman digunakan. Aku sih setuju dengan klaim mereka. Karena ketika aku apply di bibir rasanya ringan dan tidak lengket. Nyaman di pakai seharian dan tidak bikin bibir kerasa kering banget. Tidak ada aroma yang mengganggu juga. Untuk ketahanan menurutku agak kurang ya.. Aku pakai buat makan gorengan dia sudah hilang. Tapi bukan yang hilang semuanya tak bersisa, lip matte ini masih meninggalkan stain di bibir. Apply lagi nggak masalah karena lip matte ini terasa ringan dan nggak 'berat' di bibir. Oh iya, untuk transferproof, mereka masih meninggalkan jejak di sedotan dan tangan. Jadi tidak transferproof ya.. 

Shade Giggle

Shade Dainty

Shade Smooch
       Menurutku ketiga warnanya sangat cocok untuk berbagai macam jenis warna kulit. Dan yang aku suka warnanya juga bagus buat bikin ombre. Warna yang paling aku suka Dainty, karena bisa banget di pakai buat sehari-hari. 
        Kalian bisa dapetin lip matte ini salah satunya di online store Lakme. Harganya juga terjangkau banget sekitar 110ribuan.. Siapa yang pecinta Minni Mouse?? Kalian wajib bawa pulang lip matte ini karena Limited Edition lho..


    Sekian review dariku, semoga bermanfaat yaa... Silahkan kita diskusi di kolom komentar jika ada yang ingin sharing atau ditanyakan... See you :)

Review Elsheskin Radiant Skin Serum

       Sudah lama tidak review skincare di blog ini. Seiring berjalannya waktu terkadang kita punya alasan tersendiri buat gonta ganti produk perawatan, entah itu wajah maupun tubuh. Salah satu alasan sih biasanya karena bosan, ada juga alasan tidak cocok. Tapi kalau saya biasanya karena penasaran dengan produk yang lagi hits 😅. Kalau kalian biasanya karena apa nih?? 
         Kali ini aku mau membahas serum yang lagi hits di dunia perinstagraman.. Aku mau review Radiant Skin Serum dari Elsheskin. Pasti sudah pada tau ya? atau malah sudah ada yang pakai?? boleh share dikolom komentar ya... Aku beli selain penasaran, juga karena aku sedang ada masalah dengan bekas jerawat yang tidak kunjung hilang. Bekas jerawat yang menghitam itu lho.. Rasanya susah banget di hilangkan. Di tutup concealer juga nggak terlalu nutup. Jadi usaha di skincare aja, hehe.. Aku beli di salah satu e-commerce dengan harga sekitar 190ribuan.. Hitungannya murah sih menurutku.. Apalagi kalau cocok, berasa murah banget!! 


       
     Ukurannya hanya 20ml dengan botol kaca gelap disertai pipet supaya pengambilan serumnya bisa lebih hygiene. Jika baru pertama kali akan tercium aroma 'obat' yang lumayan strong ya.. Tapi lama-kelamaan tidak mengganggu menurutku.. Dibelakang kemasan ada informasi cara penggunaan, komposisi, nomer BPOM dan alamat produksinya. Oh iyaa kemasannya disertai dengan kardus berwarna merah khas elsheskin ya.. Tapi punyaku sudah ku buang, jadi maaf tidak ku sertakan difoto.


      
        Isinya berwarna bening dan sangat cair. Biasanya aku apply di tangan dulu, baru aku usapkan di wajah. Yang paling aku suka, dia sangat amat cepat menyerap kulit. No greasy sama sekali. 
      Tapi buat yang punya kulit kering, seperti aku contohnya. Serum ini tidak meninggalkan rasa lembab :( Jadi sebaiknya setelah pakai serum ini langsung lapisi wajah dengan moisturizer ya. Tapi buat yang kulitnya tipe berminyak maybe ini sangat aman buat kalian.
        Setelah sebulan aku pakai serum ini ada perubahan yang signifikan. Bekas jerawat yang hitam sedikit memudar. Selain itu wajah jadi terlihat lebih cerah. Benar-benar sesuai klaim mereka. Aku pakai rutin setiap pagi dan malam hari, setelah pakai toner. Aku masih penasaran kalau pakai serum ini paling tidak sampai 6 bulanan gitu. Ada perubahan yang lebih signifikan lagi nggak ya.. Maaf ya belum aku lampirkan foto perbedaan dari pemakaian serum ini. Karena kalau di foto jujur belum terlalu terlihat.. Tapi aku usahakan akan update jika ada perubahan yang sangat signifikan ya!
       Jika ada hal yang ingin di ceritakan terkait produk ini silahkan komen di kolom komentar ya.. Ku tunggu.. :)        

Treatment Pengangkatan Nevus Pigmentosus atau Tahi Lalat

Halo, apa kabar?
    Semoga kalian selalu dalam keadaan sehat dan bahagia. Kali ini saya mau sharing tentang pengalaman saya dalam pengangkatan nevus atau yang sangat umum disebut adalah tahi lalat. Semoga sharing saya berguna bagi yang ingin melakukan treatment pengangkatan tahi lalat :)

Alasan Melakukan Treatment:

     Banyak jenis tahi lalat yang kita ketahui, tapi tidak tahu mana yang jinak atau ganas. Tapi banyak artikel yang mengatakan sebagian besar tahi lalat itu jinak. Tahi lalat yang jinak dan ganas juga pasti memiliki ciri masing-masing. Berdasarkan dari artikel hello sehat pernah dipaparkan memiliki ciri-ciri yang menandai adanya tahi lalat yang tidak normal, meliputi:

  • Ada sisi yang tidak rata
  • Ada perbedaan warna dan bentuk dalam satu tahi lalat
  • Ukuran sangat besar, bahkan cenderung tambah besar setiap hari
  • Tahi lalat berubah warna, bentuk, ukuran, dibandingkan sebelumnya
  • Terasa sakit
  • Berdarah saat digaruk
  • Mengeras
        Dulu saya memiliki tahi lalat di dekat hidung, dengan ukuran sebesar kacang hijau. Faktanya tahi lalat ini muncul ketika saya SMA. Entah darimana tiba-tiba muncul begitu saja. Mungkin karena faktor turunan, dan bisa saja di picu karena dulu saya tidak pernah pakai sunscreen sama sekali dan sering panas-panasan karena jarak antara rumah dengan sekolah 2 jam.
          Pernah ketika ada reuni SMP, teman saya mengatakan tentang adanya tahi lalat di wajah saya. Sampai dia mengira saya menggunakan tahi lalat palsu. Emang ada ya?? hehe.. Ketika saya pulang ke kampung halaman orang tua saya, nenek, tante dan beberapa keluarga pun baru menyadari kini saya bertahi lalat. Sejujurnya menurut saya itu cukup mengganggu karena jadi gagal fokus dengan saya ketika sedang berbicara. Hehe..
          Alasan saya yang paling membuat saya yakin untuk melakukan treatment pengangkatan nevus karena ukuran tahi lalat saya semakin membesar. Dulu awal muncul hanya setitik hitam saja. Lama kelamaan menjadi sebesar kacang hijau. Pada suatu waktu, tiba-tiba tahi lalat saya terasa gatal sekali. Saya benar-benar tidak tahan dengan rasa gatal itu, digaruk takut lecet juga. Saya segera melakukan riset kecil-kecilan mencari sebanyak-banyaknya informasi mengenai tahi lalat saya. Sempat terpikir untuk melakukan pengangkatan tahi lalat. Tapi sungguh takut nanti akan menjadi aneh buat yang biasa bertemu dengan saya. Takut juga jika setelah diangkat tahi lalat akan balik lagi atau bekasnya akan menjadi bekas luka yang tidak bisa hilang. Tapi sudah beberapa hari tahi lalat saya masih terasa gatal hingga saya tidak sengaja menggaruknya sampai berdarah.

Lokasi Pengangkatan Nevus 

     Setelah mantap dari segi hati dan uang. Saya juga menceritakan keinginan saya untuk mengangkat tahi lalat kepada orang tua, keluarga, dan orang terdekat saya supaya mereka tidak kaget nantinya.. hehe...Pergilah saya ke klinik erha. Kenapa klinik erha? Karena disana ada dokter spkk nya. Dan dekat juga dari rumah saya. 
     Setelah bertemu dengan dokter spkk, saya menceritakan semua keluhan saya. Dokternya menjelaskan secara detail dan menjelaskan pilihan treatmentnya dan juga after treatment. Dokter mengatakan tahi lalat saya termasuk kecil dan tidak dalam, dokter memberikan pilihan untuk di laser saja. Sebenarnya di erha ada beberapa treatment untuk remove si nevus. Tapi karena dokter menyarankan laser, jadi saya ikut saja. 

Bagaimana treatmentnya?

     Pertama wajah di bersihkan, kemudian ada perawat yang mengoleskan krim anestesi ke bagian wajah yang akan di laser. Kemudian saya menunggu sampai krim anestesi mulai bekerja. Setelah beberapa saat krim anestesi mulai bekerja, perawatnya menyiapkan alat yang akan di gunakan untuk tindakan. Dokternya yang tadi saya konsul juga masuk dan dia memberikan saya kacamata. Ini untuk melindungi saya dari laser. Kemudian dokter cek kulit saya di area yang sudah di anestesi. Tidak ada rasa sakit, yang ada hanya rasa kulit di sentuh saja. Kemudian dokter melakukan tindakan laser pada tahi lalat saya. Tahi lalat saya dalam waktu hitungan beberapa menit sudah ludes hilang. Kemudian saya di berikan masker supaya area yang abis di laser tidak terkena kotoran dan debu di jalan. Saya juga di resepkan beberapa salep dan obat minum. Dokter berpesan luka setelah laser tidak boleh dipegang, nanti akan ada koreng hal tersebut wajar dan tetap jangan di pegang. Biarkan kulit sembuh dengan sendirinya dan tetap oleskan salep yang diresepkan.

After treatment

       Selama 7 hari saya mencuci muka dengan air mineral. Ini inisiatif saya saja, supaya menjaga daerah luka tetap steril. hehe.. Koreng yang dokter katakan juga sudah menghilang dan sudah kering benar lukanya. Saya sudah bisa memakai makeup, tahi lalat saya sudah hilang. Semoga tidak ada lagi tahi lalat yang muncul seperti ini. Karena sudah datangnya tiba-tiba, terus lama-lama juga membesar ukurannya. 
        Semoga postingan saya bisa menginspirasi buat yang membacanya. Saran saya, jika ingin menghilangkan tahi lalat sebaiknya konsul ke ahlinya dokter spkk. Karena setiap tahi lalat itu berbeda dari kedalamannya, luasnya, bentuk dan lain-lain. Jika ada yang ingin sharing atau ditanyakan silahkan kita diskusi di kolom komen :)

HAVE A NICE DAY AND STAY SAFE!


Thursday, March 5, 2020

Cerita tentang telinga berjamur

Beberapa waktu ini memang sedang ramai yang terkena penyakit.. Entah mengapa hawanya seperti sedang tidak baik. Jadi harus jaga kondisi masing-masing ya! Aku mau sharing apa yang baru saja aku alamai, Harapannya semoga teman-teman yang baca bisa lebih aware terharap kesehatan telinga. 
     Ngaku dulu yuk siapa yang masih langganan bersihkan telinga dengan cottonbud atau besi korek kuping?? Kalau masih langganan, kalau bisa dihentikan. Kenapa? karena bukannya kuping bersih, malah menambah masalah dikuping. “Tapi selama ini baik baik aja tuh.” Oke itu semua pilihan hidup masing masing. Karena aku cuma mau berbagi pengalaman. 
      Awalnya gimana sih?? Awal mula aku ngerasa telinga aku penuh gitu, pendengaran juga jadi berkurang, terus terasa gatal sekali.. Oh iya dalam kasusku ini sebelum ada jamur, aku sempet menggunakan tisu untuk mengambil kotoran telinga.. iyaa aku udah nggak tahan sama sekali karena kayak ganggu gitu.. Tapi ternyata gara-gara hal itu aku jadi punya jamir dikuping!
    Aku datang ke dokter THT, dokter bilang kupingku berjamur. cirinya yaa seperti aku bilang di atas, terasa penuh, gatal sekali, keluar cairan sedikit, dan jika dilihat dengan senter bakalan terlihat ada gumpalan warna putih di telinga, selain itu ada rasanya nyeri karena jamur yang menumpuk dan menekan jaringan sekitar. Dokter bilang kasus telinga berjamur tidak mudah menanganinya.. Ini kasus yang perlu ketelatenan dan kesabaran.. Karena jamur sangat mudah tumbuh.. Sebenarnya apa sih yang jadi pemeran utama dalam kasus telinga berjamur?? 
       Jadi pemeran utamanya adalah adanya infeksi yang di akibatkan oleh penggunakan alat pengorek kuping. Entah itu cotton bud, besi pengorek, maupun tisu juga. huhu.. Karena adanya luka infeksi tersebut, pertahanan tubuh kita merespon dengan cara melawan bakteri yang mengakibatkan adanya nanah.. Nah, si nanah ini yang bikin suasana rongga kuping kita jadi lembab. Tumbuhlan dengan subur si jamur ini.. Jadi jamu itu bukan pemeran utama.. Dia hanya figuran yang kemudian jadi pemeran utama.. huhu.. 
        Di apain aja sama dokternya?? Setelah di cek ada apa aja di telinga aku, dan dikasih liat di kamera khusus gitu. Ya ampun, jamurnya bener-bener nutup seluruh telinga aku. Pantesan jadi bikin orang emosi kalau lagi ngomong sama aku, karena aku ga bener dengernya. haha.. Terus dokter melakukan suctioning atau penyedotan di telinga aku. Wala!! terlihat jelas itu jamur pada kesedot dan ada darah juga sedikit. Setelah disedot kuping berasa plong! Setelah raja jamur sudah hilang, aku dikasih liat bagaimana kondisi telinga aku. Disitu terlihat ada luka yang masih merah dan basah. huhu.. dokter bilang selagi masih ada luka tidak menutup kemungkinan jamur akan terus tumbuh. Jadi infeksi harus di sembuhkan juga.. Double deh pengobatannya.. 
      Setelah dibersihkan, dokter memberikan salep anti jamur ke dalam telinga.. dan meresepkan beberapa obat untuk aku minum.. Kemudian dijadwalkan kontrol kembali 4 hari kemudian.. Setelah dari dokter tht sampai bertemu 4 lagi lagi itu aku ikhtiar.. Minum vitamin c supaya tubuhku mendapat asupan vitamin yang cukup karena tubuhku sedang berjuang melawan infeksi. Selain itu aku menambah jadwal makan buah dan perbanyak minum air putih. Tidak lupaa untuk patuh dalam minum obat yang dokter resepkan. Oh iyaa aku dikasih obat tetes telinga dan juga salep untuk menghilangkan jamur. Selain itu menjaga kondisi telinga tetap kering, terutama saat mandi dan wudhu.
      Sudah hari ke 4 dimana waktu bertemu dokter tht di jadwalkan. Dokter kembali periksa kondisi telingaku. Dokter bilang kondisi telingaku sangat jauh membaik. Ini peristiwa agak langka. Karena biasanya bisa sembuh sekitar seminggu sampai 2 mingguan. Jamur yang tumbuh juga sangat cepat sekitar 2-3 hari itu seharusnya telinga sudah kembali penuh.. Tapi itu tidak terjadi pada telingaku, hanya ada sedikit jamur yang tumbuh dan infeksi telingaku sembuh juga sudah kering lukanya. Alhamdulillah... Setelah disedot lagi jamur yang sedikit itu, dokter menyarankan untuk terus tetap oles salep jamur sampai telinga benar-benar tidak ada keluhan seperti gatal atau sakit. Obat minum juga dihabiskan.. Alhamdulillah saat ini telingaku sudah bebas dari jamur.. setelah hampir 2 minggu ku berjuang. hehe
         Intinya adalah kita harus disiplin jika diresepkan obat. Jika dikasih obat dan ingin tau tentang obat yang diberikan, kita punya hak untuk bertanya. Jangan sungkan! Selain itu bantu tubuh kita agar tetap selalu fit selama ‘berperang’ sehingga proses penyembuhan pun bisa lebih cepat. Yang terakhir sungguh jangan bersihkan telinga dengan cotton bud atau besi pengorek. Karena sebenarnya keberadaan kotoran telinga itu banyak manfaat di telinga kita. Tapi jika jumlahnya berlebih juga tidak baik. Jadi mulai sekarang mainlah ke dokter THT, periksa kondisi telinga. Apakah ada kotoran menumpuk? Jangan sampai sakit dulu baru kita ke dokter THT. Semua informasi di atas adalah murni pengalaman saya.. Jika ada yang ingin sharing atau bertanya silahkan di kolom komen ya.. InsyaAllah saya akan jawab sesuai dengan pengalaman saya. Tapi kalau ingin bertanya tentang Kondisi telinga atau Keluhan telinga silahkan tanyakan ke ahlinya ya! :)

Wednesday, March 4, 2020

BERANI PASANG IUD

    Membayangkan bagaimana rasanya pasang iud saja, saya sudah ngilu. Setelah lewat setahun lamanya melahirkan, saya baru mengumpulkan niat untuk pasang KB spiral. Pertimbangannya karena tidak berkaitan dengan hormon. Jadi ketika mau hamil lagi, tinggal lepas saja. Selama ini saya hanya menggunakan alat kontrasepsi lain yang tinggal sekali pakai buang. hehe.. Tapi kok lama-lama nggak nyaman dan kasian suami juga. Akhirnya saya memberanikan diri untuk datang ke Sp.OG. 
     Saya memilih dokter perempuan, karena supaya lebih nyaman aja.. Alhamdulillah dapat dokter yang sabar dan informatif.. Setelah saya ditanya alasan dan diberikan informasi tentang kb, saya dipersilahkan ke kursi periksa. eh tempat tidur. hehe.. Perut saya di USG, diperiksa kondisi rahim dan juga cek apakah sedang hamil atau tidak. Wah rasanya seperti throwback waktu masa masa hamil. Dokter menjelaskan bahwa ukuran rahim saya normal dan dalam kondisi yang baik. Jadi saya boleh dipasang IUD. 
      Suster langsung menyiapkan berbagai macam alat yang akan digunakan dalam proses pemasangan. Tips buat kalian yang takut sebenarnya untuk melewati proses pemasangan iud atau takut dlm prosedur pembedahan atau yg lain-lain sejenisnya, saran saya mending ga perlu kepo atau ingin tau alat apa saja yang akan disiapkan. Jadi dengan begitu kita tidak perlu bayangkan bagaimana alat itu bekerja di tubuh kita.. percayakan kepada ahlinya intinya.  Selain tips diatas, saya juga ada tips lagi nih.. Ketika mau pasang IUD/ spiral kalian bisa memilih waktu sedang haid. Waktu itu saya sedang haid hari ke 5. Masih ada darahnya tapi tidak deras. Saya normal 9 hari haid benar-benar dalam kondisi bersih. 
   Dokter memulai prosedur pemasangan,selama pemasangan saya diajak ngobrol dengan dokternya. Ditanya berbagai macam, dari rumahnya dimana, biasanya haid pertama kali keluar bagaimana, sampai ngomongin soal anak. hehe.. Setelah itu dokter bilang sudah selesai. Wow! nggak ada 5 menit lho.. Buat yang ingin tau rasanya seperti apa.. pertama pas di pasang alat ‘pembuka’ itu rasanya tidak ada rasa sakit sama sekali. Ada rasa agak ngilu dikit banget. sama rasanya dicubit itu lebih sakit di cubit. hehe.. Setelah itu dimasukkan alat kb iud itu rasanya juga ngilu sedikit. Untuk antisipasi dokter akan memberikan aba-aba dan kita cukup tarik nafas yang panjang dan bayangkan yang indah-indah saja. Setelah itu selesai deh!! 
       Jujur, tidak sesakit yang dibayangkan. Setelah dipasang gimana rasanya?? Rasanya seperti tidak ada hal apapun yang terjadi. Alias tidak ada rasa apapun.. Benar-benar nyaman.. Tapi, dokter sudah mengedukasi bahwa akan ada flek dalam waktu beberapa hari ke depan. dan itu normal alias wajar. Dan dalam beberapa bulan kedepan waktu haid saya yang 9 hari kemungkinan akan bisa lebih panjang seperti 12 hari kurang lebih.. Saya di resepkan antibiotik dan juga anti nyeri. Untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan saya minum antibiotik sampai habis dan minum anti nyeri jika saya merasa ada rasa nyeri saja..
       Beberapa hari setelah itu bagaimana?? Saya masih haid dan masih deras juga. Tapi karena sudah teredukasi jadi saya merasa tenang.. Minggu depan akan dilakukan cek posisi IUD apakah masih diposisi yang benar atau tidak dan lain sebagainya.. 
       Berapa harganya?? Wah kalau ini tergantung anda pasang dimana dan dengan siapa. Karena saya pasang di rumah sakit besar dan swasta, dan pasang di dokter Sp.OG dengan total obat juga saya mungkin mengeluarkan biaya yang cukup besar. Tapi saya nggak tau berapa karena di cover asuransi. Pasang IUD bisa di puskesmas juga ya..Bisa dipasang oleh dokter ataupun bidan juga. Selera dan sesuai budget aja. 
      Jadi nggak perlu takut mau pasang alat kontrasepsi IUD/ spiral. Karena aku yang takut banget ini aja kaget karena TIDAK sengeri yang aku pikirkan selama ini. 😆 Yuk jangan takut pasang IUD!! 

Tuesday, February 11, 2020

Usaha Naikin Berat Badan Bayiku

       Assalamualaikum, kali ini aku mau sharing cerita waktu abis melahirkan. Alhamdulillah aku diberikan bayi laki-laki yang tampan, bersih, sehat, dan sempurna sama Allah Swt. Setelah melahirkan aku diberi ujian pertama menjadi seorang ibu. Bayiku terlahir dengan kondisi berat badan lahir rendah (BBLR), saat lahir beratnya hanya 2,1kg. Sewaktu aku hamil usia kandungan 7 bulan, anakku mengalami gangguan pada plasenta. Dimana kondisi ini membuat makanan yang aku makan tidak tersalurkan ke bayiku dengan optimal. Sedih rasanya, semua doa dan usaha sudah dilakukan sampai menunggu kelahirkan. Tapi dibalik semua itu, Alhamdulillah bayiku masih dalam kondisi sehat, air ketuban yang cukup, dan tidak ada lilitan tali pusar.

      Kembali kepada cerita setelah melahirkan. Setelah dapat visitasi dari dokter anak, aku diceritakan bagaimana kondisi bayiku pada saat itu. Aku diberikan opsi untuk mengejar berat badan bayiku demi alasan kesehatannya. Suster datang memberikan bayiku yang sudah di mandikan. Rasanya bahagia sekali melihat malaikat kecilku kini sudah berada di dekapanku. Suster memberikan arahan untuk aku melakukan pemberian ASI untuk pertama kalinya. Aku baru tersadar, bahwa aku harus menyusui bayiku. Setelah mendapatkan arahan dari suster, aku mulai bisa menyusui bayiku. Bahagia sekali rasanya sampai tidak bisa diungkapkan kata-kata. Ini adalah hal terindah bersama bayiku. Dia juga memudahkanku dalam proses meng-ASI-hi ini. Namun, kekhawatiran muncul setelah teringat perkataan sang dokter. 

        Dokter menyarankan aku untuk memberikan anakku susu khusus untuk Bayi BBLR. Namun, tetap aku memberikannya ASI. Karena target dari dokter, setelah keluar dari rumah sakit, bayiku sudah diatas 2,5kg beratnya. Hancur? iya. Sedih? iya. Rasanya impian untuk memberikan ASI ekslusif hanya impian saja. Tapi aku tidak boleh egois, mungkin ini jalan yang Allah kasih padaku untuk mengajariku cara menjadi manusia yang lebih sabar dan tawakal. Atas persetujuan aku dan suami, akhirnya bayiku minum 2 sumber makanan. Satu dari ASI, dan satu lagi dari susu BBLR itu. 


       Mungkin ada yang kenal dengan susu ini? harganya sekitar 60ribu untuk 1 botolnya. Sehari bayiku harus menghabiskan 2 botol untuk mengejar berat badannya supaya ideal. Kekhawatiran apa lagi selain itu? Yak, aku takut bayiku bingung puting. Rasanya ini yang ditakutkan para ibu yang menyusui dan juga memberikan anaknya ASIP juga. Tapi, lagi- lagi Allah memberiku kemudahan. Aku berprasangka baik, kalau ini adalah buah dari ‘kepasrahan aku kepada-Nya’. Alhamdulillah bayiku tidak pernah kesulitan dalam menyusui melalui botol, maupun menyusu langsung denganku. Masya Allah. 

        Setelah beberapa hari rutin seperti itu, berat badan bayiku bertambah. Sepulang dari rumah sakit, berat badannya sudah 2,4 kg. Memang masih dibawah standar yang dokter inginkan. Tapi dokternya baik, mengizinkan anakku untuk ikut pulang. Oh iya, bayiku ada tambahan nginep 2 malam karena bilirubin yang tinggi. Jadi harus disinar dengan menggunakan alat khusus di rumah sakit.

        Dirumah masih rutin ku berikan susu tambahan ini, aku selang seling dengan Asi langsung tanpa ku perah. Sebulan kemudian, ketika bayiku sudah usia 1 bulan. Kami periksa ke dokter anak lagi untuk ngecek berat badan bayiku dan juga sekalian untuk imunisasi. Alhamdulillah, kesabaran ini berbuah. Berat badan bayiku sudah mencapai garis normal. Beratnya saat itu sudah 3,5 kg. Bahagia bukan main, akhirnya berat badannya bisa kekejar. Dan dokter bilang untuk stop minum susu bayi. Jasi sekarang hanya fokus untuk ASI saja, karena berat badan sudah terkejar.

      Aku mau memberikan motivasi untuk para ibu yang sedang berjuang untuk menaikkan berat badan bayinya. Yang semoga terbantu dengan cerita pengalamanku ini. Punya bayi yang terlahir dengan berat badan yang rendah.

       1. Terkadang kita memiliki prinsip atas segala pilihan kita. Apapun alasannya, ketika kita sudah menjadi seorang ibu, kita harus bisa berdamai dengan pilihan kita. Karena kesehatan anak kita adalah hal utama yang paling penting.
     2. Berdoa dan pasrahkan kepada Allah. Karena hanya Dia yang mengetahui apa yang terbaik untuk kita dan anak kita.
        3. Berpikir positif dan jauhkan dari hal-hal negatif yang membuat fokus kita terabaikan. Berikan sugesti pada diri kita bahwa ASI kita akan selalu cukup untuk si bayi.
        4. Ibu rutin makan dan minum ASI booster maupun vitamin menyusui. Dulu ASI boosterku labu siam yang kecil direbus terus dimakan pakai sambel kacang. Waduh abis itu ASI langsung banjir. Jadi, nggak perlu pilih makanan, siapa tau diantara semua makanan ada yang 'klik' bisa jadi ASI booster.
        5. Sabar dan bersyukur. Ini sih kunci buat semua ibu dari anak baru lahir sampai besar ya.. Jika kita mau sabar dan bersyukur, inyaAllah semesta akan mendukung. Karena semua ini hanyalah titipan Allah.

   Dulu ASI-ku keluar hanya sedikit, sedih banget rasanya.. Kayak nggak yakin bisa kasih ASI. Ini berlangsung sampai si bayi lepas dari susu yang dokter resepkan. Tapi dengan penuh keyakinan, Alhamdulillah ASI makin lancar dan banyak..

     Akhir kata, semangat untuk pada pejuang BB anak. Aku juga masih berjuang supaya BB anak tambah terus sesuai kurva tiap bulan. Tidak ada yang tidak mungkin.. Jika ada yang ingin sharing, boleh banget.. Aku sungguh terbuka atas masukkan dan sharing cerita dari para ibu yg berpengalaman.. See You :)


Advertisement

Pengalaman Belanja properti foto Newborn di Aliexpress

      Hai, aku mau berbagi pengalaman buat yang mau belanja di Aliexpress. Kenapa belanja di Aliexpress? Emang nggak ribet? emang nggak maha...